Saturday, September 25, 2010

Dahulu, kemarin, hari ini, besok dan akan datang...

Dahulu
"aku sungkan sama umi" begitu kalimatmu, akupun menyahutinya, "umi sudah tahu sejak lama"

Dahulu sekali
"iya deh, aku ngaku.. aku juga sayang koq"...

Hari ini
"............." mikir dot com *halah, kelamaan... dunia cepat sekali berputar, semua urusan segera akan berakhir, dengan atau tanpa peran kita di dalamnya*

Dahulu (lagi)
"Aku hanya mengijinkannya, bukan menyetujui... semua salahku karena memutuskan tanpa memberi tahu mereka sebelumnya" mikir dot com level 2

Hari ini
"aku hanya butuh kalimat itu, kalimat bahwa kamu memang tidak pernah menyukai aku sehingga aku bisa menganggap kamu tidak lebih seperti teman-temanmu lainnya"

............................. *nggak ada jawaban*

Besok
tauk dah, apa yang akan terjadi.. siapa yang bisa terka???

Akan datang
Aku sangat peduli dengan akhiratku, agar aku bisa bermewah-mewah hidup di akhirat. Tapi, bekalannya kan di dunia, bagaimana bisa menata akhirat jika iman dan amal lemah...

Kemarin
Kalau hanya tentang cantik, dunia ini penuh dengan gadis cantik... kalau tentang qur'an, juga tidak harus yang ada dalam hatinya, bukankah nanti di surga semua adalah indah, bahkan pembawa bejana perak tempatku minum sekalipun ada qur'an di hati mereka, juga anak-anak yang selalu bermain di taman bunga! Aku bisa mengatakan kalimat itu pada mereka, "bacakan qur'an untukku". Oh ALLAH, Engkau tahu persis apa masalahku dan juga tentang egoisku yang kemaruk serta serakah atas ganjaran akhiratMu, hanya Engkau saja yang bisa menolong aku, maka tolonglah aku dengan qudratMu, dengan caraMu saja...

Besok
Kerjain yang bisa dikerjain saja deh, mikirin yang belum terjadi? Huffff, aneh tauk.. besok, persiapan berangkat sekulah, persiapan selesain kontrak-kontrak jangka menengah dan emm.. tentang kontrak jangka panjang? Ya Rabb, bantu urusan kami.. sejengkalpun aku tidak sanggup melakukannya kecuali dengan pertolonga dari sisiMu saja...

Wednesday, September 15, 2010

Subuh tadi...

Saat raka'at ke dua, mata menjadi basah dan airnya coba ditahan oleh kedua kelopaknya... aduuuhh, jangan sedih di masjid doongg... mau sedih dan bermunajat di rumah saat sedang tahajud sih nggak apa, tapi kalau di masjid kan shame on me kalau diliat jama'ah masjid lainnya...

Teringat tentang CINTA, aku bisa habis-habisan mencintai ALLAH robbul izzati, tapi bagaimana jika ternyata DIA tidak pernah mencintaiku? "Ya ALLAH, mana aku tahu Engkau mencintai aku ataupun tidak, khawatirnya.. setelah begitu besar cinta ini aku berikan padaMu.. ternyata sedikitpun Engkau tidak pernah mencintai aku...", hufff.. kalimat itu terbersit begitu saja dalam raka'at ke dua... pulangnya, saat berjalan dari masjid menuju rumah, mata ini kembali menangis... dengan pelan aku mengucapkan kalimat yang tidak pernah aku ucapkan sebelumnya, "Ya Rabb, jika ternyata Engkau memang tidak mencintaiku dan Engkau telah mempersiapkan neraka untuk aku sang pendosa ini, aku suka selama hal itu dalam kesukaanMu... tapi jangan Engkau timpakan siksaan itu untuk anak-anakku, dan juga jangan pada Umi... selamatkan tetangga-tetanggaku, ampuni kesalahan orang-orang yang pernah mengenal aku dan atau aku pernah mengenalnya, ganti kesalahan mereka dengan kebaikan, dan masukkan lah mereka semua ke dalam surgaMu yang mulia tanpa kecuali, allahuma amiin".

Tidak pernah tau, apa yang disimpan ALLAH untukku, tapi apa saja yang datangnya dari Dzat pemilik nyawa seluruh makhluk, maka pasti baik adanya... *nangis lagi nih, hu3x...*

Wednesday, September 8, 2010

Fukuoka - Taipe



Ketrangan Foto:
  1. Lagi di Taipe, transit 5 jam.. akhirnya jalan keliling-keliling sampe maghrib
  2. Saat mau buka puasa atau menjelang maghrib, teringat dengan iklan teh botol sosro, "berbuka lah dengan yang manis", alamak.. langsung inget mbakyu ini nih, yang tegur kita-kita karena salah masuk gate, akhirnya sticker security check tertulis Korean Air, padahal kan naik pesawat Eva Air.. piye toh, btw... berbukalah dengan yang manis, sudah dapet banget... kejadian di Fukuoka, masih pagi dan check in juga belum buka... bengong deh 2 jam
  3. Anterin mamah kerja di airport Fukuoka, papah jagain paliskiko selama mamah kerja (skenario ala artis foto).. he3x.. lagi check in, sempet-sempetnya pinjem anak orang trus foto di samping petugas ticketing... ha3x... apa kesalahan pada foto nomer 3..??? Kurang deket dan kurang rapet tuh, jadi berasa kurang mesra.. *big.smile.ac.jp*

Monday, September 6, 2010

Sun Business Hotel, Fukuoka


Hotel murah di Fukuoka, semalam hanya 5,900 yen. Sip marko sip deh pokoknya... Yang bikin semua jadi sip adalah... emm, saat di perjalanan dari dan menuju hotel, naik busway keliwatan 2 stasiun.. wak kak3x... pada nggak denger dan yang ke dua, saya kan belum paham bahasa Jepang, jadi hanya meraba-raba gitu deh. Ada pengumuman harus ganti jalur, kita santai-santai saja... btw, pengalaman buat nanti kalau datang lagi bareng Umair cs bulan depan... sampe airport Fukuoka, langsung busway ke Hakata trus naik bis ke Miyazaki deh... gitu doang rutenya. Catet trus tempel di jidat biar nggak lupa, hu3x.. secara pelupa kelas wahid

Sunday, September 5, 2010

Fukuoka

Besok sudah harus balik ke Fukuoka.. Hufff, setelah sekian lama di Miyazaki akhirnya pulang juga. Em, besok lusa pesawatnya pagi.. jadi harus naik bus dulu hari senin karena selasa pagi naik pesawat Eva Air menuju Taiwan terus Surabaya. OMG, kangen Umeerrrr...

Thursday, September 2, 2010

Jangan sekali-kali

Jangan sekali-kali kalian menyakiti orang beriman, karena mereka adalah hidup di hadapan Rabb mereka. Bagaimana jika kalian menyakiti hati orang beriman? Dahulu kala Abraham dan tentaranya pernah bermakar untuk menghancurkan ka'bah, tetapi Abdul Muthalib hanya mengurusi kambing-kambingnya bahkan tidak berusaha menghalangi pasukan gajah Abraham. Apa jawabannya saat Abraham bertanya pada Abdul Muthalib, "karena ka'bah adalah milik ALLAH swt dan cukup ALLAH swt saja yang menjaganya". Lalu turunlah bala tantara berupa burung-burung kecil yang membawa sebutir bara dari neraka, satu kerikil sudah cukup membakar pasukan gajah seluruhnya...

Cukuplah ALLAH swt dan ALLAH swt yang dulu sama dengan ALLAH swt yang sekarang. Jadi, berhati-hatilah dalam bersikap terhadap orang-orang iman...

Catatan:
Seorang teman menanyakan hal serupa terhadap saudara-saudara di Palestine, kenapa bisa demikian? Kenapa mereka dikejar, dibunuh, diberondong peluru, dibombardir... mana pertolongan ALLAH swt? Emm... jawabannya agak sulit nih, mungkin juga ketinggian. Ada 2 kemungkinan, yang pertama; memang begitulah cara ALLAH swt meninggikan derajat mereka, tidak hanya di dunia tetapi nanti di akhirat. Jangan kamu menganggap orang yang mati di medan perang itu adalah mati, karena sesungguhnya mereka hidup di sisi Rabb mereka... Atau yang ke 2 adalah; amalan agama mulai ditinggalkan, opsi ke 2 memang rada nggak mungkin tetapi jika kamu meninggalkan agama, dengan kerohimanNya maka ALLAH swt akan dengan cara halus ataupun dengan dipaksa mengupayakan agar hati ini kembali condong pada perintah ALLAH swt saja. Jika sudah diberondong senjata, dibombardir, lalu tetap tinggalkan perintah agama? Maka skenario ALLAH swt akan berjalan... ALLAH swt akan mengganti umat ini dengan sekelompok orang yang lebih baik, mereka mencintai ALLAH swt dan ALLAH swt juga mencintai mereka, mereka yang menyiapkan harta, diri, jiwa raga mereka untuk berkorban dan terkorban fii sabilillah...

Secarik catatan tentang CINTA

Hari itu, sedang perjalanan menuju 'puncak' gunung.. seperti biasa, dalam perjalanan selalu saja diselingi pembicaraan tentang hidup dan kehidupan, tentang carut marut isi dunia dan terkadang tentang menata strategi menuju kemuliaan di kehidupan akhirat, btw... kadang juga membicarakan perkara yang nggak jelas juntrungannya...

Beliau: "dahulu sekali, hidup ini rasanya habis hanya untuk perkara cinta.. padahal setelah sekian lama, sekarang baru bisa menyadari bahwa hidup memang bukan melulu tentang cinta.."
Aku: "hiii.. (senyum nggak jelas..) memangnya ada apa dengan cinta?"
Beliau: "sewaktu masih muda, rasanya yang diurusin hanya asmara.. kalau sekarang kan tentang perjuangan, tentang berkorban untuk agama"
Aku: "he3x.. saya koq ndak paham ya pak, secara saya hidup belum selama pak kyai dan untuk urusan cinta maupun asmara kala muda, sepertinya juga sudah hampir lewat"
Beliau: "he3x.. (ikut ketawa, sepertinya mentertawakan aku deh, lirikan matanya itu lho...) dulu, bangun tidur, berjalan, duduk, semua urusan yang dipikirkan adalah cinta"
Aku: "memangnya.. emm, akhirnya menikah dengan ibu bagaimana ceritanya?"

Kali ini, si Ibu yang ambil peran..

Ibu: "aduh maass, dulu saya itu nggak tau menahu.. dijemput dari sekolah lalu dinikahkan, yaudah.. jadinya nikah sama bapak.."
Aku: "hiii (tersenyum garing, sepertinya api mulai berkobar dalam pembicaraan kali ini dan seseorang telah menyulut api tersebut, kejadiannya pasti bakal seru nih... prediction.com).. memangnya dulu ibu nikah masih sekolah"
Ibu: "waaa, saya inget sekali saat itu.. rambut saya masih ada kuncir dua, lalu diajakin naik kereta api.. lhaa, saya koq ditinggal di kereta dan bapak nggak tau ada di mana.. keretanya jalan.."
Aku: "wak kak3x... anak ilang, dibawa kereta sampe mana bu"
Beliau: "he3x... (ikutan senyum dan ketawa kecil.. pungkin teringat masa kejayaan ngerjain si ibu yang terbawa kereta)..."

Pembicaraan tentang anak gadis berkucir dua hilang di kereta tidak di follow up, ganti topik sebelum memicu ditabuhnya genderang perang... *blow.up.com*

Aku: "cinta dan asmara memang membingungkan, tapi menurut saya.. apa saja yang dipilihkan ALLAH swt untuk kita sudah bener banget dan sesuai dengan kapasitas orang per orang.. seandainya dulu bapak nggak menikah dengan ibu, mungkin anggak akan ada imah, iroh, dan juga sayid... mungkin bapak nggak dapet dokter tapi bapak punya anak dokter, dan menurut saya itu jauh lebih baik... pernah membayangkan bagaimana kejadiannya kalau menikah dengan si ibu dokter itu pak"
Beliau: "saya yakin, pondok nggak akan seperti ini... duit semilyar bisa habis dalam semalam tuh kalau sama dia"
Aku: "he3x.. kalau ibu kan pengusaha sejati, dikasih uang belanja atau nggak.. ibu tetep bisa survive, tetep bisa eksis, betul kan bu.."
Ibu: "he3x... (nyengir kuda tanda mengiyakan nih sepertinya).."
Beliau: "kalau ibu, sebulan mungkin bisa dapet 50-80jt dan itu hanya dari kantin, Pak Sobari saja semalam bisa setor 1.5-2 juta dan belum kantin di Surabaya..."
Aku: "waaaa, si ibu mah dua jempol nih... top markotop"

Ngobrol ngalor ngidul seperti ini sering terjadi selama perjalanan menuju pucuk gunung, yang menentukan tema siapa? siapa saja yang mulai pembicaraan, pokoknya ngalir saja...

Pren, you know kan.. hidup ini hanya sejenak dan tujuan akhirnya adalah menyenangkan ALLAH swt, mencapai puncak matlamat keridhoanNya dengan mengikuti jalan rasulullah saw. Apa artinya? Kalau kamu mengikuti jalan selain jalan yang dikehendakiNya, maka imanmu akan tertolak.. kenapa tertolak? Sorry man, ini memang penjelasan anak teknik... kalau ngebangun gedung nggak pake aturan baku maka bangunan mungkin bangunan tetap berdiri tetapi tidak lama, atau bangunan belum sempat berdiri lalu ambruk... banyak lagi masalah timbul karena tidak ikut aturan membangun, kadang masalah timbul bukan sekarang tapi nanti di kemudian hari. Jika bangunan ambruk karena gempa, mungkin saja standar bangunan tidak mengikuti regulasi tentang bangunan tahan gempa, tetapi sungguh masalah bangunan ambruk dan sebagainya bukanlah masalah besar... masalah besar adalah jika tidak bisa taat dengan cara rasulullah saw, itu baru masalah besar.

Mencintai tidak dengan cara yang diajarkan oleh rasulullah saw, apa akibatnya??? Jika kamu katakan cinta pada wanita bukan hak mu, bermesraan dengan ucapkan "darling, honey, baby..", subhanallah, mau ngomong apa nanti di hari pertimbangan amal? mau bilang begini, "dia calon istriku", lalu kamu akan disentakkan dengan kalimat, "siapakah pemilik takdir? dan kalian telah mendahului takdir kami"... kamu mau jawab apa?

Mau bilang cinta! Istikhara, ta'aruf, khitbah, nikah... Tidak ada cara lain, tidak ada jalan lain... jika kamu mengambil jalan lain, bagaimana kamu bisa selamat? Selepas ta'aruf lalu kamu ditolak, yaudah.. seperti nggak ada gadis lain saja sih... ucapkan alhamdulillah, siapa yang tahu tentang kehidupanmu di masa mendatang? Tidak ada yang tahu... siapa bersyukur maka akan ditambah nikmatnya, siapa yang ingkar.. sungguh adzab ALLAH swt sangat pedih...

Diberi banyak nikmat dariNya malah kufur nikmat.. alamat tuh namanya! Diberi kemudahan-kemudahan lalu kamu malah mengambil jalan lain? Allahumaghfir, coba berkaca pada genangan air.. lihat diri baik-baik.. pantas tidak? emm, maaf.. mungkin kalimatnya lebih tepat begini, boleh tidak? Tiap detik terhitung maksiat, tiap saat mengingkari kalamNya, tidap jengkal langkah dalam kufur atas nikmat dariNya.. la ilaha ilallah... begitu dahsyatnya kah cinta hingga mampu mengoyak ilmu, iman dan ketaatan pada ALLAH swt dan rasulullah...

catatan tentang cinta
cinta jaman ini
jaman dimana kamu akan dianggap asing
asing karena kamu berbeda
dan berbahagialah kamu
karena kamu dianggap asing
karena kamu tidak asing dihadapanNya
karena seperti itulah seharusnya kamu
hidup hanya dengan caraNya
tidak mengambil jalan lain
seperti jalan dari kebanyakan manusia
hidup hanya sekali
matipun hanya sekali
Ya Rabb
Aku ingin hidup di jalan ini
Matipun di jalan ini
Jalan taat hanya padaMu
Walau orang sedunia mencemoohku
Aku tetaplah aku
dan hanya ada Engkau, Rasulullah dan aku
Terserah dunia mau bilang apa...

Tulisan ini ada bukan agar kalian katakan TIDAK atau YA, tetapi agar kalian berhenti pacaran sebelum nikah... mau pacaran, setelah nikah... kamu mau ucapkan sayang, cinta, honey... bisa banget, tapi setelah nikah... agar hidup tidak dalam murkaNya, ok pren..

SPIN your live

Wednesday, September 1, 2010

Fokus

Kalau kamu fokus, dunia yang luas sekalipun akan annoying dengan urusanmu sendiri. Fokus terkadang penting untuk dilakukan, agar apa-apa yang ada di sekitarmu tidak menjadi variabel penganggu, nggak jadi hambatan samping, nggak jadi limpasan yang nggak jelas, unpredictable... tapi kalau kamu fokus, emmm... sebenarnya hanya sebatas untuk optimasi ikhtiar, final decision tetap ada dalam genggam Dzat pemilik segala perkara.

Hufff, sumpah nggak bisa nggomong seperti para ahli dunia.. baru sepenggal kalimat seperti di atas lalu inget Dzat penguasa seluruh makhluk, jadi... balik lagi deh semua-mua urusan tergantung kehendakNya saja. Manusia hanya sebatas menjalankan skenario yang sudah tertuang dalam kitab takdirNya. Bismillah, la quwata ila billah...