Saturday, March 5, 2011
Wednesday, March 2, 2011
Thursday, February 24, 2011
Wednesday, February 23, 2011
Lagi inget papa...
Tiap dengerin lagu ini, mesti brebes.. angis2x sendiri.. hu3x... pengen berikan separuh nyawa buat papa, paling tidak dengan merampungkan hafalkan 15 juz qur'an.. Ya Rabb, you know kan kalau otakku sulit banget dipake untuk menghafal, kemampuan terbaik dalam otakku bukan untuk menyimpan, tapi quick response.. menganalisis dengan cepat, melihat peluang duit dengan kelebat mata sekalipun aku sudah bisa menghitung profit dan sebagainya.. tapi sungguh.. setau aku, kalau sudah masuk kubur.. hanya amal ibadah yang berguna.. sedangkan dunia beserta isinya akan Kau hancurkan dengan sekali tiup sangkakala malaikatMu saja, sekali.. cukup sekali...
Kalau buat mama, em.. saya mah pernah mimpi mengunjungi istana mama di jannah *for this part.. lu boleh percaya atau nggak percaya*, lalu ketemuan dengan mama di taman pekarangan rumahnya *secara aye masih penghuni dunia fana, jadi nggak pantes masuk rumah.. gitu perasaan aye saat itu*, trus tanya.. "bukankah di sini, sumua bersit dalah hati akan ditunaikan".. mama pun tersenyum dan mangajak aku menuju aliran sungai, lalu aku mengambil gelas dan mengambil satu cibuk air dari sungai tersebut dan.. tada.. dalam gelasku ada coklat panas.. ha3x.. lucu tauk, aku kan memang minta coklat dan aku melihat bahwa sungai yang tadi bening jernih menjadi sungai coklat.. huaaaaa, girang bukan kepalang.. pengen loncat-loncat seperti anak kelinci, trus aku minta roti isi coklat juga dan.. aku terbangun dari mimpi indah melihat istana mama di dalam jannah masih dengan tangan tergenggam *abis pegang roti isi coklat sih.. hi3x*.. Ah, dunia.. kau hanya hidup permainan saja, karena hidup sebenarnya adalah nanti.. pada kehidupan setelah mati..
Kalau buat mama, em.. saya mah pernah mimpi mengunjungi istana mama di jannah *for this part.. lu boleh percaya atau nggak percaya*, lalu ketemuan dengan mama di taman pekarangan rumahnya *secara aye masih penghuni dunia fana, jadi nggak pantes masuk rumah.. gitu perasaan aye saat itu*, trus tanya.. "bukankah di sini, sumua bersit dalah hati akan ditunaikan".. mama pun tersenyum dan mangajak aku menuju aliran sungai, lalu aku mengambil gelas dan mengambil satu cibuk air dari sungai tersebut dan.. tada.. dalam gelasku ada coklat panas.. ha3x.. lucu tauk, aku kan memang minta coklat dan aku melihat bahwa sungai yang tadi bening jernih menjadi sungai coklat.. huaaaaa, girang bukan kepalang.. pengen loncat-loncat seperti anak kelinci, trus aku minta roti isi coklat juga dan.. aku terbangun dari mimpi indah melihat istana mama di dalam jannah masih dengan tangan tergenggam *abis pegang roti isi coklat sih.. hi3x*.. Ah, dunia.. kau hanya hidup permainan saja, karena hidup sebenarnya adalah nanti.. pada kehidupan setelah mati..
Tuesday, February 22, 2011
Satu Jam Saja
Em, inspirasi film-nya sudah pernah tampil di k.com tapi... background ceritanya beda, beda banget... Tapi novel itu bukan berjudul satu jam saja, tapi 'ijinkan aku menyentuhmu'.. other title berjudul, 'aku mencintaimu sejak dulu'... tapi, genre cinta memang bukan aku banget, biasanya ceritanya kan base on true story, masalahnya ceritanya terputus, jatuhnya fiktif belaka dong...
Di Part 8, ada kalimat keren, "bagaimana bisa kamu mencintai gadis yang belum tentu mencintai kamu", Andika jawab, "aku akan menunggunya saat dia mencintai aku walau satu jam saja".. sugoi, alur ceritanya koq mirip banget pada bagian ini...
Di Part 8, ada kalimat keren, "bagaimana bisa kamu mencintai gadis yang belum tentu mencintai kamu", Andika jawab, "aku akan menunggunya saat dia mencintai aku walau satu jam saja".. sugoi, alur ceritanya koq mirip banget pada bagian ini...
Thursday, February 17, 2011
International Symposium on Urban Planning 2011
International Symposium on Urban Planning 2011 yang diadain sama The City Planning Institute of Japan (CPIJ) bakal digelar di Gyeongju, Korea. Organizer-nya Korea Planners Association terus tanggal perhelatannya mulai August 25th (Thu) - 27th (Sat), 2011. So far, abstract sudah diterima dan sudah ditagih full paper, deadline 28 Maret. Ganbatte kudasai.. Korea gitu lho...
Lihat Peta Lebih Besar
Dari Miyazaki jauh juga yak.. Ke Seoul dulu trus naik pesawat domestik ke Gyeongju.. mauuuuu... *senyum simpul*
Wednesday, February 9, 2011
Environment and Planning Journal
Environment and Planning Journal, kalau jurnal ini analisisnya terbit di scopus.com... jadi, dari pada melancong ke Korea nggak jelas kamsud tujuannya, mending tulis jurnal yang ada nilai kreditnya saja...

Seperti apakah diriku...
Siapa yang tidak ada padanya sunnah Allah, sunnah Rasul dan sunnah wali-Nya, maka tiadalah apa-apa kebaikan padanya...
Pertanyaan seseorang kepada Ali bin Abi Thalib r.a :
“Apakah sunnah Allah..?” Ali bin Abi Thalib menjawab, “Menyembunyikan rahasia (misalnya menutup aib orang lain).”
Ditanya lagi, “Apakah pula sunnah Rasulullah..?” Ali bin Abi Thalib menjawab, “Berlemah lembut dengan sesama manusia.”
Ditanya lagi, “Apakah pula sunnah wali-Nya..?” Ali bin Abi Thalib menjawab, “Sabar dalam menanggung penderitaan.”
(Khalifah Ali bin Abi Thalib r.a)
Ya ALLAH, ampunilah kami...
Tuesday, February 8, 2011
Friday, February 4, 2011
Senggol Bacok
Lagi liat Senggol Bacok part 5, ada kalimat paling nancep banget.. "ada yang lebih perih rasanya dari pada dikhianati orang yang kamu sayangi, bila kamu melihat orang yang kamu sayangi menderita dan kamu tidak bisa berbuat apa-apa"...
Di part 9 ada kalimat dahsyat juga, "kamu akan menyesal jika hanya melihat dari luarnya saja"... beginilah hidup, kamu akan sering melihat dari luar begitu istimewa, tapi tidak dengan isi.. begitu pula, kamu akan lihat seorang dari luar begitu memuakkan, tapi tidak dengan isi hatinya...
Saat ada yang menganggap aku 'orang besar' maka aku tersenyum sinis, sambil berkata dalam sanubari, "kamu, akan melihat hal yang sebaliknya beberapa saat lagi"... dan yang paling melegakan adalah, aku tidak benar-benar bisa melihat apa yang belum terjadi dengan keidzinan dariNya.. Alhamdulillah... "ya Rabb, aku hanyalah manusia biasa dan ingin selalu menjadi biasa-biasa saja.. karena hati ini merasa hanya ada Kamu dan aku saja, jadi.. terserah mereka mau berbuat apa..."
Friday, January 28, 2011
Kangen Nabi saw
Suatu malam, jauh sepeninggal Rasulullah, Bilal bin Rabbah, salah seorang sahabat utama, bermimpi dalam tidurnya. Dalam mimpinya itu, Bilal bertemu dengan Rasulullah.
"Bilal, sudah lama kita berpisah, aku rindu sekali kepadamu," demikian Rasulullah berkata dalam mimpi Bilal.
"Ya, Rasulullah, aku pun sudah teramat rindu ingin bertemu dan mencium harum aroma tubuhmu," kata Bilal masih dalam mimpin-ya. Setelah itu, mimpi tersebut berakhir begitu saja. Dan Bilal bangun dari tidurnya dengan hati yang gulana. Ia dirundung rindu.
Keesokan harinya, ia menceritakan mimpi tersebut pada salah seorang sahabat lainnya. Seperti udara, kisah mimpi Bilal segera memenuhi ruangan kosong di hampir seluruh penjuru kota Madinah. Tak menunggu senja, hampir seluruh penduduk Madinah tahu, semalam Bilal bermimpi ketemu dengan nabi junjungannya.
Hari itu, Madinah benar-benar diselubungi rasa haru. Kenangan semasa Rasulullah masih bersama mereka kembali hadir, seakan baru kemarin saja Rasulullah tiada. Satu persatu dari mereka sibuk sendiri dengan kenangannya bersama manusia mulia itu. Dan Bilal sama seperti mereka, diharu biru oleh kenangan dengan nabi tercinta.
Menjelang senja, penduduk Madinah seolah bersepakat meminta Bilal mengumandangkan adzan Maghrib jika tiba waktunya. Padahal Bilal sudah cukup lama tidak menjadi muadzin sejak Rasulullah tiada. Seolah, penduduk Madinah ingin menggenapkan kenangannya hari itu dengan mendengar adzan yang dikumandangkan Bilal.
Akhirnya, setelah diminta dengan sedikit memaksa, Bilal pun menerima dan bersedia menjadi muadzin kali itu. Senjapun datang mengantar malam, dan Bilal mengumandangkan adzan. Tatkala, suara Bilal terdengar, seketika, Madinah seolah tercekat oleh berjuta memori. Tak terasa hampir semua penduduk Madinah menitiskan air mata. "Marhaban ya Rasulullah," bisik salah seorang dari mereka.
Sebenarnya, ada sebuah kisah yang membuat Bilal menolak untuk mengumandangkan adzan setelah Rasulullah wafat. Waktu itu, beberapa saat setelah malaikat maut menjemput kekasih Allah, Muhammad, Bilal mengumandangkan adzan. Jenazah Rasulullah, belum dimakam-kan. Satu persatu kalimat adzan dikumandangkan sampai pada kalimat, "Asyhadu anna Muhammadarrasulullah." Tangis penduduk Madinah yang mengantar jenazah Rasulullah pecah. Seperti suara guntur yang hendak membelah langit Madinah.
Kemudian setelah, Rasulullah telah dimakamkan, Abu Bakar meminta Bilal untuk adzan. "Adzanlah wahai Bilal," perintah Abu Bakar.
Dan Bilal menjawab perintah itu, "Jika engkau dulu membebaskan demi kepentinganmu, maka aku akan mengumandangkan adzan. Tapi jika demi Allah kau dulu membebaskan aku, maka biarkan aku menentukan pilihanku."
"Hanya demi Allah aku membebaskanmu Bilal," kata Abu Bakar.
"Maka biarkan aku memilih pilihanku," pinta Bilal.
"Sungguh, aku tak ingin adzan untuk seorang pun sepeninggal Rasulullah," lanjut Bilal.
"Kalau demikian, terserah apa kehendakmu," jawab Abu Bakar.
Subscribe to:
Posts (Atom)


