Monday, August 30, 2010

Mencoba menulis (lagi)

Pengen lanjutin Jemput Aku di Pintu Surga tapi koq mau tulis nggak nyamber, nggak ng-amper nih otaknya... mau tulis apaan yaaa, Jessica gadis singapura yang cinta mati ke John, Sumayah guru ngaji anak pak ustadz yang ternyata lebih kepincut cowok tajir dengan panther D-Max double cabin, bahhh.. arsitek kampung nggak laku lagi cuiy.. jika uang berbicara, atau tentang hari terakhir diberondong senjata semi otomatis oleh anak 13 tahun di Kamboja dan emm gimana kalau tulisanya dimulai dari belakang, tentang detik-detik ajal di Vietnam.. hmmm, dunia... kalau saja dunia ini baik, maka seharusnya rasulullah saw saja yang pantas hidup dengan kemewahan, tetapi nyatanya rasulullah saw hidup dalam kesederhanaan. Rasulullah saw bersabda, "dunia ini lebih hina dari bangkai kambing", tetapi kenapa kalian
memperebutkannya?

Death Field, Vietnam
Aku memandang gadis kecil pengantar makanan itu berjalan ke arahku, sedangkan sekelompok perampok sedang dikejar oleh militer Vietnam. Aku berdiri dari lamunku, berlari sekuat tubuhku untuk melindungi gadis kecil itu, aku berteriak lantang.. "stop your fire... hentikan tembakan kalian, ada anak-anak... hentikan tembakan kalian".

Aku berdiri diantara berondong peluru dan baku tembak mereka telah membuat gadis cilik ini menangis sesegukan sambil memeluk erat kakiku. Aku masih saja berteriak lantang, "stop your fire" hingga akhirnya sebutir peluru bersarang di dadaku... aku bisa merasakan bagaimana darah segar mulai membasahi pakaianku.

Kakiku bergetar, akupun bertumpu pada lutut kiriku.. masih mencoba untuk melindungi gadis pembawa sarapan pagiku. Aku memandang wajah gadis kecil itu.. aku hapus bulir air mata di ujung matanya dan pada saat itu butir peluru kedua bersarang di dada kiriku... mataku terbelalak, menahan rasa sakit yang begitu luar biasa...

Aku masih saja melindungi gadis ini dengan punggungku, tidak ada yang bisa aku ingat kecuali ALLAH rabbul jalil, rasulullah kekasihku dan juga Sarah belahan jantungku... Aku coba untuk tetap bertahan sambil berulang-ulang mengucapkan ALLAH, ALLAH, la ilaha ilallah.. la ilaha ilallah... ". Gadis pembawa sarapan untukku memelukku erat, dengan suara terbata yang diselingi tangis diapun menyemangati sisa umurku, "John, please don't die...". Akupun membalas peluk erat gadis 10 tahun ini dan tiba-tiba sebutir peluru panas menembus pelipisku. Tersentak sejenak, masih dengan lisanku yang terus mengucapkan kalimat itu... ALLAH, ALLAH.. lailaha ilallah... lailaha ilallah.. ALLAH.. dan aku
pun ambruk dengan masih memeluk gadis pembawa sarapan dan melindungi dari berondong peluru dengan tubuhku...

Tidak ada yang tahu bagaimana akhir kehidupanmu, apakah dalam taat padaNya atau mengingkariNya... la ilaha ilallah

Aku hanyalah John, arsitek lulusan sekolah pemerintah. Tidak lah aku mengetahui perkara agama ini kecuali sedikit, lalu apakah aku hina karenanya sehingga tidak pantas untuk memilih atau dipilih... Sarah, jemput aku.. aku ingin sekali menghirup semerbak wangi rambutmu sembari mengucapkan kalimat itu di telingamu, "bacakan Qur'an untukku.."

Univ of Miyazaki,
August 30, 2010

Andai saja aku bisa memilih hidup menjadi apa, aku ingin menjadi sehelai rumput yang riwayatnya habis setelah dimakan binatang ternak, tidak akan temui barzakh, mahsyar, shirot ataupun mizan. Allahumaghfirli

No comments:

Post a Comment

Ingin berkomentar? cerita yang baik-baik saja, karena DIA suka dengan hal yang baik-baik. Siapa yang membuka aib, maka di akherat ALLAH akan membuka aibnya ...