Wednesday, May 28, 2008

SE (Sex Education)

Andai Istriku Bekas … (Pelacur! (SE) - Bagian 8)

Masih terlalu pagi untuk mandi, aku masih sibuk dengan remote TV untuk mencari-cari film horor atau film action kesukaanku. Karena tidak ada chanel dari TV berlangganan milik hotel yang menarik hatiku, aku memilik chanel TV nasional saja, berita pagi. Bentrok antar demonstran yang menolak kenaikan BBM dengan aparat, bentrok PKL dan Dispol PP yang mentertibkannya, anak SD tewas setelah ujian akhir nasional, ugh berita kita isinya koq nggak ada tentang prestasi bangsa sih. Mungkin tentang keberhasilan penemuan bio diesel, bio fuel, energi alternatif, dan sebagainya, atau bisa juga tentang lulusan sekolah dengan nilai rerata dari anak didiknya yang di atas 9.00, serta berita-berita penyemangat bangsa lainnya. Negeri ini isinya konflik, bentrok, saling menyalahkan, merasa benar, dan hal-hal lain yang selalu senada. Akhirnya aku matikan TV dan menerawang memandang langit-langit kamar hotel.

Dave: Lho, sudah nontonnya ...
John: Pusing liat TV, isinya bentrok, demonstrasi, menyalahkan, tapi solusinya mana
Dave: Indonesia memang bukan negaraku, tapi Istri dan anak-anakku orang Indonesia asli. Aku juga sedih lihat kondisi negaramu ini, kapan majunya kalau energi dihabiskan hanya untuk berkelahi saja
John: Sudah ah, nggak usah dibahas ... bukan kapasitas kita, yang penting kita berusaha untuk selalu baik, tidak menyusahkan orang lain, dan kalau bisa mengurangi beban orang lain
Dave: Pulang dari Bali mampir ke rumahku ya ...
John: Ada apaan Dave, tumben-tumben kamu undang aku ke rumahmu
Dave: Ada deh, kamu belum pernah mampir ke rumahku kan, sekali-kali main dong ke rumahku, nanti aku kenalkan dengan ibuku, juga saudaraku
John: Lho, ibu dan saudara-sudaramu ada di Indonesia?
Dave: Iya, sudah sejak setahun yang lalu, tadinya aku punya dua adik perempuan, satu sudah lama meninggal di Jerman, dan yang tinggal di rumahku sekarang adikku yang bungsu. Dia sudah 3 tahun tinggal di Indonesia
John: Kamu nggak pernah cerita tentang hal ini ke aku, padahal semua tentang keluargaku kamu tau persis ... curang banget sih
Dave: Lho, kamu sendiri nggak pernah tanya!
John: Memang sih, aku menganggap hal tersebut urusan pribadi masing-masing jadi aku merasa nggak perlu harus tahu. Cerita tentang istrimu bagaimana?
Dave: Cerita tentang apaan ...
John: Katanya sedang ada masalah, we solve it together brother ...
Dave: Kamu bisa apa, ini masalah ranjang
John: Eh, sembarangan … memang aku belum pernah menikah, tapi aku punya teman yang tahu segala …
Dave: Memangnya siapa?
John: Internet …
Dave: (bengong sejenak) hwuaaaa, cari solusi keluarga di internet?
John: Kamu itu bule gaptek atau memang agak goblok sih, di Internet kita bisa dapet informasi apa aja, termasuk masalah ranjang. Coba lihat dari sudut pandang yang positif, sebagai bagian dari ilmu pengetahuan ...
Dave: Misalnya ...
John: Hmmmm, sebentar ... hotel ini ada fasilitas wifi-nya kan, ayo kita cari bareng-bareng …
Dave: Nggak ah, kamu saja yang cari tau dari internet, aku mau mandi dulu
John: Ok, nanti hasilnya aku kasih semua ke kamu …

Aku mulai mencari informasi tentang sex, hubungan suami istri, dan sebagainya. Repot memang kalau belum menikah lalu mencari informasi seperti ini, aku berimajinasi sampai ke bulan, hmmmm … kurang faham, teori tanpa praktek namanya. OK, sudah banyak materi yang dibutuhkan, dari masalah psikologi, persepsi tentang hubungan, waktu yang tepat, hingga zona erotis penuh sensasi. Hi .. hi ... rasanya aneh saja, lalu semua materi tadi aku rangkum dalam beberapa tema, dan aku kumpulkan dalam satu file kemudian export to pdf file, jadi deh … siap untuk di transfer ke PDA dan smart phone milik Dave. Beberapa saat kemudian Dave keluar dari kamar mandi masih dengan rambut basah dan acak-acakan …

Dave: Bagaimana, dapet …
John: Banyak, sudah aku export dalam format pdf file, siap dibaca di manapun dan kapanpun, eh ada foto-foto pelengkap narasi juga lho ...
Dave: Wah … wah, jadi penasaran … explain sedikit ke aku hasil browsingmu …
John: Mmmm, yang aku anggap penting aja yah … tema tentang persiapan sebelum bercinta, pasangan bisa saja belum siap untuk penetrasi, tetapi lelaki cenderung lebih cepat on, solusinya adalah banyakin foreplay sampai pasangan merasa nyaman untuk melakukan hubungan … bagaimana?
Dave: Eh, mmmm … mungkin benar juga, aku terlalu dominan di ranjang dan sering mengabaikan mood istriku, aku hanya peduli dengan moodku, pokoknya aku lagi pengen, gitu saja … aku kan 1000 watt … trus, lainnya yang menurut kamu penting!
John: Tentang daerah erotis, sebenarnya sumbernya berbeda-beda … tapi setelah aku rangkum maka aku menganggap ada 4 daerah erotis utama bagi seorang wanita, yang pertama tentu saja daerah kemaluan, khususnya clit … lalu g spot yang berada sekitar 2-3 inch di dalam liang senggama, kemudian dada dan sekitarnya, dan yang terakhir adalah T zone atau daerah T yang berada di sekitar anus, bentuknya seperti huruf T kan. Daerah-daerah tadi merupakan daerah erotis utama seorang wanita, jadi untuk keperluan foreplay, pasangan bisa memulai dari daerah-daerah tersebut … mungkin hasil browsingku masih belum sempurna, tapi paling tidak beberapa sumber menunjukkan kesamaan analisis, termasuk berdasarkan sabda Nabi SAW supaya memperbanyak pemanasan, jadi selamat mencoba …
Dave: Waaaaw, amazing … harus segera praktek nih … sumber dapat di percaya?
John: Sumber, rujukan, dan daftar pustaka juga aku sertakan dalam file … mungkin kamu pengen cek sendiri tentang hasil browsingku yang ternyata sudah lebih dari … haaaa, sudah 65 menit (sambil melihat jam dinding di kamar hotel), kamu mandinya lama banget sih …
Dave: Sambil berendam air anget, sekali-kali relax … lembut memanja, begitu katanya iklan …
John: Hua ha ha … aku mandi dulu yah …

Akhirnya aku mandi juga, ikutan berendam ah … air panas campur air dingin lalu dicampur sabun untuk berendam sedikit dan ahhh … betul-betul lembut memanja. Bisa-bisanya aku browsing materi tentang sex, itung-itung SE ... sex education. Setelah upload sisa metabolisme kemarin lalu 15 menit berendam, beres-beres dan keringkan badan … sip, rada cakepan sekarang. Sudah siap show time nih, aduh … lupa bawa dasi nih, pake dasi nggak yah?

John: Dave, kamu bawa dasi lebih …
Dave: Bawa dong, aku sudah tau kalau kamu pasti nggak bawa dasi, kalaupun bawa pasti dasinya kucel, lecek dan kusut karena selalu ikut bersama ransel laptopmu itu kan …
John: He … he … iya banget, pinjem satu yah …
Dave: Kamu pake kemeja apa? Biru ya .. kalau begitu dasinya warna biru tua saja yah
John: Ok, sip … keren

Aku merapikan diriku di depan cermin, deodorant pada lipatan tubuh berkelenjar, minyak rambut, memasang dasi pinjeman dan akhirnya sudah siap 100%. Aku melirik ke arah Dave, sedari tadi masih mengenakan kaos oblong sembari menggerak-gerakkan mouse laptopku. Ah, masih juga ’berguru’ pada Mbah Net, terserah deh ... masih 1 jam lagi presentasinya. Tiba-tiba Dave mengeluarkan kalimat paling mencengangkan dalam sejarah pertemanan kami

Dave: Andai istriku bekas pelacur ...
John: (bengong sejenak) Haaaa, ngomong apa barusan
Dave: Andai istriku bekas pelacur ...
John: (coba berfikir bijak) koq bisa-bisanya ngomong seperti itu
Dave: Felliciaku begitu hebat untuk urusan ranjang, padahal aku tidak pernah tahu apakah dia mencintaiku atau bahkan sebaliknya membeciku. Bisa saja Feli melayaniku karena uang semata tanpa perasaan cinta secuilpun, tapi tetap saja Feli luar biasa untuk urusan ranjang, pokoknya ruarrrr biassaaa …
John: Nikah itu bukan hanya urusan ranjang! nikah karena sunnah, karena keturunan yang jelas, karena ketenangan hati, dan banyak perkara yang bisa dilakukan dengan nikah dan bukan zina. Memang hanya beda tipis, nikah dengan seremoni bernama akad nikah berijab kabul, tetapi zina tidak sama sekali. Memang urusan nikah hanya untuk colokin ‘USB’ doang lalu sudah! Tentu saja tidak Dave, tetapi tentang mengamalkan agama dengan benar sesuai perintah ALLAH dan sunah Nabi Muhammad SAW.
Dave: (diam sejenak) ... aku sudah sering mendengarkan penjelasan seperti yang kamu sampaikan, tapi baru kali ini aku tersentak, akal sehatku tersentak karenanya. Thanks ya John, terima kasih banyak atas dukunganmu
John: Biasa aja bro, itulah gunanya saudara seiman, kita bisa saling mengingatkan dan saling menolong untuk perkara agama ...
Dave: Browsing sex tadi urusan agama juga ya?
John: (skak mat) Halah, itu tadi tujuannya hanya untuk membantu teman, memang kurang tepat tapi dari awal akukan sudah bilang, melihatnya dari sudut pandang positif, yaitu sebagai bagian dari ilmu pengetahuan ...
Dave: Kalau begitu liat gambar-gambar super hot yang tunjukkin caranya yuk ...!
John: Heeey, ngawur aja lu ... wala takrobuzzina ... jangan dekat-dekat zina, ini perintah ALLAH, jadi jangan sekali-kali salah niat dalam buat amalan, istighfar dan minta ampun yang banyak padaNya, dasar bule ndablek ...
Dave: Hua ha ha ha ha, gitu aja sewot seperti kebakaran jenglot, eh jenggot ...
John: Hua ha ha ha, iya Dave ... harus sewot, aku tidak mau kamu berjalan di atas bara api neraka, sholat tapi bermaksiat, sholat tapi mendustakan perintah agama yang lain
Dave: Begitu yah, kalo begitu koq masih ngejombo aja lu ...
John: (ups, skak mat lagi) i ... iya, karena belum dapet jodohnya Dave
Dave: Bukan, tapi karena kamu tidak buat usaha untuk perkara jodoh
John: Sudah ah, nanti saja bahas jodohnya ...
Dave: Sewot lagi kan ...
John: Nggak koq, hanya ingin professional saja dalam kerja, sebentar lagi kita presentasi tau, kamu tuh masih kaos oblongan, cepet beres-beres ...
Dave: Iya ... iya ...

No comments:

Post a Comment

Ingin berkomentar? cerita yang baik-baik saja, karena DIA suka dengan hal yang baik-baik. Siapa yang membuka aib, maka di akherat ALLAH akan membuka aibnya ...