Wednesday, May 28, 2008

Kau permata bagi kami (Rebecca)

Andai Istriku Bekas … (Rebbeca - Bagian 9)

Hari ini luar biasa, setelah sesi presentasi di ruang seminar hotel dan dilanjutkan dengan observasi ke lokasi proyek, Mr Frank langsung setuju dengan konsep dan pola pelaksanaan proyek yang kami ajukan. Mr Frank menjanjikan akan mengirimkan draft MoU kepada kami dalam waktu yang tidak terlalu lama sambil mempelajari angka yang kami tawarkan dalam lembar penawaran biaya. Yang membuat aku heran adalah, Mrs Rebecca sekertaris Mr Frank, matanya selalu tertuju padaku, apa karena dia sudah bosan dengan cowok amrik lalu mulai melirik cowok berlanggam asia. Senyum manis Rebecca selalu aku balas dengan senyum hambar sekenanya, dan saat ingin berpisah lalu bersalaman, Rebecca menyelipkan secarik kertas ke saku bajuku, dan aku hanya panas dingin dibuatnya.

Dave: Sukses kita John
John: Sukses gundulmu, aku dapet suplemen ... tau
Dave: suplemen apaan?
John: Nih liat, Rebecca menyelipkan nomer yang bisa aku hubungi, lalu ada tulisan nama hotelnya dan nomer kamar hotelnya juga ...
Dave: Waw rejeki nomplok, trus gimana ... Rebecca ngajak kamu kencan tuh ...
John: Enak aja, emang aku gigolo apa?
Dave: Harus gimana yah, hmmmm ... kita datangi saja nggak apa, nanti aku temani
John: Mukegile, nggak mau ah ... koq nganter nyawa begitu!
Dave: Mereka klien kita, kalaupun mau menolaknya harus dengan cara yang halus
John: aduh .... aku bingung tau ...

Di lobby hotel yang dimaksud, pada jam yang tertera pada secarik kertas pemberian Rebecca, tubuhku semakin salah tingkah, panas dingin boooo. Aku coba menghubungi kamar Rebecca dengan menggunakan telepon dari meja recepciont.

John: Hallo, ini aku … John
Reb: John, langsung saja ke kamarku
John: Umm, bagaimana kalau kita makan malam dulu
Reb: Ok, tidak masalah

Aku semakin bingung, Dave mengamatiku dari kejauhan sambil tertawa ... ugh, awas yah ... kemudian Rebecca mengagetkan aku. Dia tampak cantik sekali dengan gaun hitamnya, aku persilahkan Rebecca menuju restoran di hotel ini kemudian memulai pembicaraan ...


John: Mr Frank di mana?
Reb: Tadi sore keluar keliling Denpasar, katanya mencari oleh-oleh untuk dibawa ke Amerika
John: Oh, begitu ... by the way, sebenarnya apa maksud kamu mengundang aku ke hotelmu
Reb: Bukan ke hotel ini, tapi ke kamarku ... kamu belum mengerti juga! Aneh sekali, aku suka kamu John, aku butuh tubuh asiamu untukku malam ini ...
John: Sorry Rebbeca, aku tidak bisa
Reb: Kenapa John, kamu gay?
John: Bukan itu masalahnya, tapi karena aku adalah muslim ...
Reb: Memangnya kenapa kalau kamu muslim, orang Islam tidak boleh bercinta dengan orang Amerika? Apa karena aku tidak cantik, kurang seksi?
John: Tidak Rebecca, kamu cantik sekali dan juga seksi, semua mata memandangmu, setiap lelaki cemburu melihat kebersamaan kita hari ini. Tapi dalam Islam, tidak ada sex tanpa nikah ...
Reb: Oh begitu ya ... punya alasan yang lebih masuk akal
John: Dalam Islam, wanita seperti permata. Hanya orang tertentu yang bisa memilikinya, kalaupun telah memilikinya, permata akan dijaga dengan sungguh-sungguh, di dalam brankas baja, dalam kamar terkunci, dalam rumah berpagar tinggi, bahkan dengan sistem sekuriti. Karena permata sangat mahal, mulia, sehingga harus dijaga dengan sungguh-sungguh ...
Reb: (masih terdiam tidak bergeming), hanya itu ...?
John: Permata tidak sama dengan batu kerikil jalanan, semua orang bisa pegang batu, bisa lempar, bahkan bisa injak-injak ... berbeda dengan permata yang harus dijaga dan dimuliakan ...
Reb: Tapi John, aku sudah lama tidak percaya dengan Tuhan ...
John: Ummmm begitu ya. Kegemaranmu apa?
Reb: Aku! Aku suka sekali travelling, jalan-jalan keliling, pindah dari satu negara tropis ke negara tropis lainnya, aku sangat terobsesi dengan suasana Asia ...
John: Begitu ya, pernah kamu masuk ke dalam hutan ...
Reb: Sering John, sering sekali ... hutan Kalimantan, hutan di Kamboja, dan banyak lagi
John: Bila suatu ketika kamu masuk ke dalam hutan, lalu kamu menemukan ada jejak kaki manusia, apa yang kamu fikirkan?
Reb: Yang aku fikirkan, ada orang baru saja lewat dan meninggalkan jejak tersebut ...
John: Kalau di dalam hutan kamu temukan gubuk reot tak berpenghuni, apa yang kamu fikirkan?
Reb: Ada orang yang pernah membangun gubuk tersebut dan juga tinggal di dalamnya
John: Tepat sekali, begitulah alam raya ini ... semua ada yang menciptakan, semua ada asal mulanya, seperti gubuk dalam hutan tadi, tidak mungkin ada gunung, sungai, hutan dan lain-lain tanpa sebab akibat, semua ada yang menciptakan ...
Reb: Oh begitu ya ...
John: Kamu lihat kertas di tanganku, aku robek dia menjadi empat bagian, dua bagian aku berikan padamu, dua bagian lainnya aku simpan dalam sakuku. Sekarang bisakah kertas kembali utuh seperti semula? Tentu saja tidak, harus ada yang menyatukan mereka, merekatkan dengan lem, kemudian jadilah dia sebagai empat bagian kertas yang menjadi satu kembali …
Reb: (masih diam)
John: Rebecca, maafkan aku karena tidak bisa menjadi Asiamu hari ini … maafkan aku
Reb: Ok, tidak masalah ... ngomong-ngomong, penjelasanmu mengesankan. Apakah orang seperti aku bisa masuk Islam?
John: (diam sejenak), bisa ... semua orang bisa memeluk Islam, termasuk gadis cantik seperti kamu ...
Reb: Ha ... ha ... aku kira kamu tidak bisa bercanda John, OK John terima kasih penjelasannya. Kita belum pesan apa-apa untuk dinner kita ...
John: Oh iya, samapai lupa ... pelayan, kami mau pesan (kemudian kami memesan makanan)
Reb: (tersenyum sambil memandang lekat padaku), kamu sudah menikah John?
John: Umm, belum ...
Reb: Belum? Kamu tampan, gagah, cerdas pula ... kenapa belum menikah? Apa mau menikah denganku ...
John: Terima kasih tawarannya, aku juga tidak tau kenapa sampai sekarang belum menikah juga, mungkin karena belum ada yang cocok untukku ...
Reb: Oh begitu, kalau aku bagaimana? Apa aku bukan tipemu?
John: Kamu cantik Rebecca, terlalu cantik untukku, aku tidak bisa kalau harus cemburu bila ada lelaki lain yang memandangi tubuh seksimu ...
Reb: Ha ... ha ... ha ... aku suka kamu John, tapi sayang kamu tidak suka aku. Umm, kembali tentang Islam tadi John, bagaimana caranya aku supaya bisa memeluk Islam?
John: Umm, coba cari Islamic centre di negaramu, aku yakin ada banyak pusat kebudayaan Islam di tempatmu yang bisa memberi penjelasan lebih baik daripada aku ...
Reb: Ok, terima kasih banyak John

Pesanan kami tiba, kami pun menyantap makanan dengan perasaan hati masing-masing. Aku lega karena bisa melewati ajakan Rebecca dengan tanpa menyakitinya, sedangkan Rebecca ... aku tidak tahu apa yang sedang difikirkan oleh Rebecca sehingga selalu bertanya bagaimana caranya memeluk Islam, apakah ia ingin menjadi seorang muslimah. Selesai santap malam, kamipun berpisah, Rebecca ingin memelukku, tapi ku tolak dengan halus ...

John: Maaf Rebecca, kau adalah permata bagi kami, dan aku bukan pemilikmu, jadi aku tidak boleh menyentuhmu apalagi memelukmu
Reb: Oh, begitu ya ... John, ini kartu namaku ... kita tetap kontak ya
John: Ok, ini juga kartu namaku ... jika masih ada banyak pertanyaan, email aku saja, mungkin aku bisa bantu ...
Reb: Ok, sekali lagi thanks John

Fhuiiih, selesai sudah acara kencannya. Setelah mengantarkan Rebecca menuju lobby elevator, aku masih diliputi rasa senang karena bisa melewati ajakan Rebecca dengan tanpa menyinggung perasaannya. Tiba-tiba Dave mengagetkanku …

Dave: Apa rasanya John ... (sambil senyam senyum)
John: Rasa apaan? Dasar fiktor
Dave: Tapi sukses kan, tidak terjadi apa-apa kan. Tadi ngapain aja?
John: Hanya ngobrol saja …
Dave: Begitu yah, balik ke hotel yuk … temenmu sudah nungguin tuh …
John: Temen? Siapa?
Dave: Remote TV …
John: Halah, kirain siapa … yuk cabut

Sebelum pulang, aku sempatkan diri untuk menelpon kamar Rebecca memalui meja reception … sekedar ucapkan “good night”, tapi di seberang sana Rebecca ucapkan kalimat yang selalu aku rindu, kalimat yang seharusnya meluncur dari bibir seorang yang aku cintai, “John, I love you”. Besok kami akan kembali ke Surabaya, ah … akhirnya dinas luar kota segera berakhir, aku akan segera kembali ke kandang, ke tempat kostku yang tidak ber-AC, kamar dengan ukuran 3 x 3 meter persegi yang hanya dilengkapi dengan standing fan pemberian ayahku.

No comments:

Post a Comment

Ingin berkomentar? cerita yang baik-baik saja, karena DIA suka dengan hal yang baik-baik. Siapa yang membuka aib, maka di akherat ALLAH akan membuka aibnya ...