Monday, June 9, 2008

Kerja vs Belanja

Andai Istriku Bekas … (Kerja vs Belanja - Bagian 22)

Hari ini libur kantor, aku hanya ingin beristirahat di rumah bersama Sarah sambil menyelesaikan materi papara untuk besok. Sarah memandangku, aku heran dan sedikit malu, ada apa sih liat-liat …

Sarah: John, kamu sibuk?
John: Ah nggak juga, memangnya kenapa …
Sarah: Aku mau mengajak kamu jalan-jalan sambil shoping di mall, kamu bisa?
John: Eh, harus sekarang ya? Gimana kalau nanti siang habis dzuhur, aku mau selesaikan materi buat ke Singapura dulu, nggak apa-apa kan cantik …
Sarah: Nggak apa koq John, terserah kamu saja …

Aku melanjutkan bekerjaku, membuat lay out, site plan, tipikal model kamar apartement dan sebagainya. Karena waktu masih panjang, aku sempatkan untuk membuat model tiga dimensi dalam format animasi … Sambil bekerja, Sarah mengajakku ngobrol kesana kemari sembari berbaring di atas ranjangnya …

Sarah: John, kamu punya rahasia apa?
John: Aku? Aku nggak punya rahasia apa-apa? Kalau kamu, ada yang kamu rahasiakan dari aku? Mungkin mantan pacar, phobia pada benda tertentu, atau apalah?
Sarah: Aku ... emmm, aku nggak pernah pacaran, jadi nggak punya mantan pacar. Kalau phobia pada benda tertentu ... apa ya, oh iya ... aku paling takut sama binatang melata seperti cicak, ulat, dan juga serangga bersayap seperti laron, kupu-kupu juga
John: Aduh, banyak banget ... kamu tidak takut gelap?
Sarah: Gelap! Nggak juga sih, kadang-kadang takut sih, tapi nggak terlalu. John, katanya kamu pernah patah hati ya?
John: Eh, siapa bilang ...
Sarah: Dave yang bilang, katanya foto cewekmu itu ada di dalem PDA-mu ...
John: Sarah, kamu cemburu ya?
Sarah: Nggak koq, kamu kan sudah jadi suamiku, siapa yang berani merebutmu dariku? Lagian, apa ada gadis yang lebih cantik dari aku ...?
John: Ya ... mungkin ada, tapi hanya kamu yang mau jadi istriku (aku kerlingkan mataku)
Sarah: John, boleh lihat folder perfect project di PDA-mu
John: Maaf, nggak bisa ...
Sarah: Koq gitu sih, katanya kita sudah nggak ada rahasia lagi!
John: Memang sudah tidak ada rahasia lagi diantara kita, tapi folder itu sudah aku hapus
Sarah: Beneran, nggak bohong? Apa kamu masih simpan fotonya? Walau hanya satu, mungkin di situs pribadimu, atau di blogmu?

Aku terdiam sesaat, oh iya … ada blogku yang masih menyimpan beberapa file yang berisi puisi terakhir dan juga fotonya. Koq bisa tahu sih, aku nggak pernah cerita ke siapapun …

John: Hmmmm, mungkin masih ada … sini sayang, duduk dipangkuanku …
Sarah: Si otong nggak kegencet?
John: Ha ha ha, tenang … sudah aku nina bobo, ini lagi aku kempit
Sarah: Ha ha, ada ada saja ...

Aku mulai membuka beberapa blog dan situs pribadiku, aku menyimpannya dalam format draft, sehingga hanya bisa diakses bila aku masuk ke mode setting dengan entry password. Saat melihat foto dan baris syairnya, aku melihat raut wajah Sarah yang berubah ... lalu Sarah kembali berbaring ke atas ranjangnya ...

John: Sarah, kamu tidak apa-apa?
Sarah: Tidak, aku hanya sedikit cemburu padanya
John: Apa yang bisa membuat rasa cemburumu sirna, katakan?
Sarah: John, apa kamu akan tetap menyimpan semua kenangan tentangnya? Kanapa kamu masih menyisakan beberapa file, puisi bahkan fotonya? Kenapa tidak kamu hapus, aku cemburu John ...

Aku terdiam sesaat, lalu aku buka kembali semua situs gratisan dan blog yang pernah aku buat sejak jaman kuliah sampai ngantor di konsultan. Kemudian, aku memanggil Sarah ...

John: Sarah, sini sayang ...
Sarah: Kamu mau nunjukin apa lagi John, fotonya yang lain?
John: Cantik-cantik koq cemberut, ayo sini jangan cemberut saja ...

Sarah berjalan dengan malas ke arahku, lalu kembali duduk di pangkuanku, tapi kali ini sedikit dihentakkan sampai si Otong kaget bukan kepalang.

Sarah: Apa? Kali ini apa lagi ...?
John: Aku ingin kamu menghapus semua file tentang dia dari blog dan situsku ...
Sarah: Lho, koq aku sih ... kamu aja sendiri, aku nggak mau lihat wajahnya ... sebel tau
John: Istriku cemburu ya, iya deh aku hapus semua ... tanpa bekas ...
Sarah: Sudah ya, aku mau tiduran lagi ...
Sarah, selain perasa ternyata dia juga pencemburu, tulen deh pokoknya. Pekerjaanku hampir rampung, kini hanya tinggal proses rendering model tiga dimensi, lalu ditinggal belanja sudah bisa. Aku melihat remaining waktu yang tertera, sekitar 6 jam 50 menit, waktu yang cukup lama untuk shoping …

John: Sarah, jalan-jalannya sekarang yuk …
Sarah: Kerjaanmu sudah selesai?
John: Hanya tingga di-rendering, setelah itu jadi deh videonya ...
Sarah: Rendering apaan?
John: Rendering itu menyambung gambar dari satu frame ke frame lainnya sehingga jadi seperti film, padahal hanya kumpulan gambar yang diubah posisi kameranya ...
Sarah: Ah, nggak ngerti ah ... yuk jalan-jalan
John: Let’s go, kita naik apaan nih?
Sarah: Naik mobilku lah?
John: Lho, kamu punya mobil?
Sarah: Punya, hadiah dari papaku sewaktu aku pindah ke Indonesia ...
John: Oh begitu, papamu sekarang di mana?
Sarah: Entah lah, aku hanya bisa menghubunginya lewat email, kadang aku juga chatting dengannya kalau sudah kangen banget, pake webcam ...
John: Oh begitu, memang bisnis papamu apaan, Dave nggak pernah cerita tuh ...
Sarah: Papa general trading, kadang jualan emas, permata, kertas, pokoknya semua deh ...
John: Wah, tajir dong
Sarah: Seharusnya iya, tapi setelah bercerai dari Ibu, Ibu sudah nggak mau berhubungan dengan papa, tapi aku tetap sayang pada papa ...
John: Hebat, anak yang berbakti ...

Aku menemani Sarah berbelanja ke manapun dia mau jalan, terkadang aku heran dengan tingkahnya, terlalu kanak-kanak dan manja. Tapi anehnya, dia selalu mengeluarkan kartu debit miliknya, aku tidak pernah boleh mengeluarkan kartu debit milikku ...

John: Sarah, yang bayar seharusnya kan aku, kamu istriku ...
Sarah: Sudah nggak apa, ini hadiah pernikahan dari papa, kemarin aku mengirimkan foto pernikahan kita, papa titip salam ke kamu ...
John: (hanya bisa bengong) oh begitu ya! Memang dikasih berapa sama papamu?
Sarah: Lima ratus ribu ...
John: Lima ratus ribu apaan? Rupiah, sekali belanja juga habis ...!
Sarah: Lima ratus ribu US dollars, emang kamu apa kasih duit belanja hanya 23 ribu rupiah
John: Ha ha ha, masih marah ya karena dapet patimura kemarin ...

No comments:

Post a Comment

Ingin berkomentar? cerita yang baik-baik saja, karena DIA suka dengan hal yang baik-baik. Siapa yang membuka aib, maka di akherat ALLAH akan membuka aibnya ...